Google Akan Uji Coba Proyek Loon Di Indonesia

www.nyamukkurus.com - Banyak dari kita yang berpikir internet sebagai komunitas global. Tapi dua-pertiga dari penduduk dunia belum memiliki akses Internet. Proyek Loon adalah jaringan balon yang dirancang untuk menghubungkan/memancarkan akses internet kepada orang yang berada daerah pedesaan atau daerah terpencil. Balon Internet Google atau yang dikenal sebagai Proyek Loon akan mengangkasa di langit Indonesia dan Balon tersebut akan membantu orang-orang yang kesulitan untuk mengakses Internet.

Project Loon mulai dikembangkan tahun 2011 silam oleh ilmuwan dari Google X yang sekarang jadi anak perusahan Google Alphabet. Lalu baru di ujicoba pada pada Juni 2013, waktu itu mereka menerbangkan 30 di langit Selandia Baru. Google juga sempat mengujicoba balon Loon di beberapa negara, seperti Mei 2014 di Brasil dan Desember 2014 di Australia.

Proyek Google Loon :


Proyek tersebut menggandeng tiga operator untuk memuluskan proyek ini, yaitu Telkomsel, XL Axiata dan Indosat. Peresmian kesepakatan ini dilakukan hari Rabu (28/10/2015) di Lab X, markas Google di Mountain View, California, AS yang dikenal sebagai laboratorium rahasia yang dikomandoi pendiri Google Sergey Brin.

Sergey Brin menghadiri acara tersebut bersama CEO Telkomsel Ririek Adriansyah, CEO XL Axiata Dian Siswarini serta CEO Indosat Alexander Rusli. Tak lupa, pada acara yang berlangsung di halaman belakang Lab X tersebut dipamerkan pula balon Loon yang tengah mengembang.

Kesepakatan tiga operator dengan Google ini masih berupa kerja sama uji teknis. Jadi belum ada pembicaraan soal komersialisasi di antara perusahaan.

Google sendiri menyambut kerjasama ini dengan suka cita. Terlebih Indonesia dikenal negara luas dengan populasi penduduk lebih dari 200 juta jiwa. "Sesekali berada di jangkauan komunikasi adalah hal baik, tapi bagi mereka yang tak terjangkau komunikasi setiap hari tentu akan menjadi kekurangan," ujar Sergey Brin, pendiri Google yang hadir dalam kesepakatan tersebut.

Balon Loon sendiri berfungsi sebagai menara telepon seluler terbang dengan jangkauan 40 km. Ia mengangkasa dengan angin stratosferik di ketinggian 20 km atau dua kali pesawat komersial, masing-masing balon memancarkan koneksi internet turun ke permukaan dan bila salah satu balon ini keluar jalur maka balon baru akan menggantikannya.

Lantas, Apa Saja Kecanggihan Google Loon ?




Balon Loon
ini diterbangkan dengan membawa perangkat yang dapat memancarakan koneksi internet 4G LTE ke permukaan bumi dengan jangkauan radius kurang lebih 40 kilometer dari Titik tempatnya berada. Jadi bisa dikatakan Loon akan menjadi Base Transceiver Station (BTS) yang berada di angkasa.

Google akan menerbangkan Loon pada ketinggian 20 kilometer di atas permukaan bumi atau di lapisan Stratosfer agar tidak mengganggu penerbangan komersial. Selain itu di lapisan ini memiliki angin bertingkat dimana setiap lapisannya memiliki variasi kecepatan dan arah. Balon Loon akan menggunakan suatu Software Khusus dengan GPS untuk menentukan posisi balon dan kemana harus bergerak. Karena pergerakannya mengikuti angin, maka Loon dapat mudah diatur untuk membentuk satu jaringan komunikasi yang besar.

Balon ini dilengkapi Sistem Pompa Udara yang dikustomisasi dan diberi julukan Croce.
Alat ini mampu memompa agar membuat balon terus mengembang. Selain itu dapat melepaskan bagian pemberat agar dapat mengendalikan elevasi saat berada di udara. Di bagian bawah balon, terdapat kotak kecil dengan berat 10 kg.  Di dalam kota tersebut berisi Panel Papan Sirkuit untuk mengontrol sistem, Antena Radio Wireless, serta Ubiquiti Network 'Rocket M2' untuk berkomunikasi dengan Balon Loon lain dan BTS yang berada di permukaan bumi.



Selain itu terdapat solar panel untuk menyimpan daya agar balon dapat beroperasi pada malam hari. Dalam matahari terik, solar panel ini dapat menyimpan daya 100 watt. Dengan semua perangkat tersebut, satu unit Loon dapat terbang hingga 500 ribu kilometer dan mampu bertahan selama 100 hari. Ketika Loon hendak dibawa kembali ke Bumi, gas dilepaskan dari sampul agar Loon bisa turun dalam posisi yang terkendali dengan bantuan parasut yang disematkan di atasnya.

Jika satu balon sudah kembali ke permukaan bumi atau mulai terbang keluar jalur, maka balon Loon lainnya akan bergerak menggantikan posisinya. Hal ini dilakukan dengan mekanisme rumit, yang berhasil dikembangkan Google.

dari berbagai sumber


NYAMUKKURUS

3 Responses to "Google Akan Uji Coba Proyek Loon Di Indonesia"

  1. Gila... Baloon setinggi itu memancarkan jaringan 4G.. Ane tunggulah.. Semoga aja jadi hehehehe..
    Maen ketempat ane juga gan...
    http://ardibryan4.blogspot.co.id/

    ReplyDelete
  2. Semoga segera terealisasi k seluruh penjuru di Indonesia, sebagai catatan, harga paket g usah mahal2.

    ReplyDelete
  3. iya nih yang lagi gempar - gemparnya, tapi kasian yang lagi ngejalanin proyek OpenBTS harusnya provider tersebut ngedukung openBTS buatan indonesia ini malah ngedukung google

    ReplyDelete